Biaya-biaya berjalan dan berulang yang berkontribusi terhadap pergerakkan NAV secara keseluruhan dalam reksa dana. Persentase biaya ini diberitahukan setiap tahunnya. Biaya ini biasa terdiri dari:

Biaya Transaksi
Persentase biaya transaksi langsung dibebankan atas jumlah uang yang sedang ditransaksikan. Tergantung pada tipe transaksinya, seorang investor akan dikenakan biaya sebagai berikut:

Front Load: Biaya ini dibebankan di awal (saat melakukan pembelian) dan dapat mencapai 2,5% atau lebih dari jumlah yang diinvestasikan. Misalnya, jika Anda menginvestasikan Rp.1.000.000 dengan front load sebesar 2,5%, beban yang harus Anda bayarkan adalah Rp.25.000, sehingga investasi awal Anda adalah sebesar Rp.975.000.

Back Load: Biaya ini hanya akan dibebankan apabila Anda menjual dana. Juga dikenal sebagai biaya pembelian ditangguhkan (deferred sales charges), besar back load umumnya sekitar 2,5% dan dapat menurun atau dikurangi menjadi 0 seiring berjalannya waktu, umumnya setelah 1 tahun.

Biaya Switching: Biaya ini akan dibebankan apabila Anda mentransfer investasi Anda dari sebuah reksa dana ke reksa dana lain.

Biaya Operasional
Biaya-biaya berjalan dan berulang yang berkontribusi terhadap pergerakkan NAV secara keseluruhan dalam reksa dana. Persentase biaya ini diberitahukan setiap tahunnya. Biaya ini biasa terdiri dari:

Biaya Manajemen: Berbeda dengan Rasio Biaya Manajemen (MER), biaya manajemen adalah bagian dari MER. MER adalah total dari biaya manajemen, biaya operasional (atau biaya administrasi) dan pajak terkait yang dibebankan pada suatu dana setiap tahunnya, dinyatakan sebagai persentase dari rata-rata aset bersih dana untuk tahun tersebut. Sedangkan, Biaya Manajemen adalah biaya tahunan yang mencakup semua biaya langsung yang dikeluarkan dalam mengelola investasi, seperti memperkerjakan manajer portofolio dan tim investasi.

Biaya Bank Kustodian: Biaya ini adalah biaya yang dibebankan setiap tahunnya oleh Bank Kustodian.

(Kustodian sebuah reksa dana dapat berupa bank atau trust. Aset dari dana tersebut, serta sekuritas yang mendasarinya, disimpan oleh pihak ketiga untuk mengurangi risiko adanya broker bermasalah yang mengambil keuntungan dari dana tersebut. Kustodian juga dapat menyimpan catatan untuk dana tersebut atau melacak informasi lain jika dibutuhkan.)
Was this article helpful?
Cancel
Thank you!