Yang harus selalu diingat adalah selalu ada risiko dalam setiap jenis investasi. Dengan memahami toleransi risiko atau profil risiko kita masing-masing, kita dapat mengelola dan membentuk portofolio investasi kita dengan lebih baik dengan memilih reksa dana yang cocok dengan profil risiko kita. Pada umumnya, ada tiga macam investor, agresif, agresif moderat dan konservatif. Investor yang agresif biasanya membeli produk berrisiko tinggi yang kebanyakan berisi ekuitas dengan rencana investasi jangka panjang, sedangkan investor konservatif lebih memilih produk dengan risiko rendah di pasar uang, seperti investasi jangka pendek, pendapatan tetap. Sedangkan investor agresif moderat biasanya menyeimbangkan produknya dengan jangka waktu yang sedikit lebih panjang untuk menjaga toleransi risiko yang tidak terlalu tinggi.

Mungkin pepatah “Jangan meletakkan semua telur Anda dalam satu keranjang” adalah peraturan dasar yang selalu kita dengar saat berinvestasi. Pada dasarnya, pepatah ini mengajarkan kita untuk melakukan DIVERSIFIKASI dan MENGALOKASIKAN dana kita untuk membuat portofolio yang beragam. Daripada menempatkan SEMUA uang Anda pada satu tipe reksa dana, Anda melakukan diversifikasi dengan membagi uang ke dalam lebih dari satu jenis reksa dana. Dengan begitu, jika salah satu reksa dana Anda kurang menguntungkan, investasi-investasi kecil Anda lainnya dapat membantu Anda bertahan. Tergantung dari jenis investasinya, beberapa memiliki risiko yang lebih tinggi. Membatasi porsi atau mengalokasikan jumlah tertentu tergantung seberapa tinggi atau rendah risiko dari setiap investasi juga dapat membantu Anda mengurangi risiko kerugian.

Investasi di Reksa Dana mengandung beberapa risiko di bawah ini:

Berkurangnya NAB
Risiko berkurangnya NAB adalah risiko yang timbul karena menurunnya harga aset di dalam suatu portofolio Reksa Dana. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan penurunan harga aset dalam suatu portofolio Reksa Dana:
Penurunan kinerja emiten/perusahaan
Kondisi ekonomi baik nasional maupun global seperti kenaikan tingkat inflasi, tingkat suku bunga acuan, dan defisit neraca berjalan
Stabilitas politik yang tidak kondusif
Kondisi sosial seperti bencana alam dan keamanan

Wanprestasi/Cidera Janji
Risiko Wanprestasi/Cidera Janji adalah risiko yang timbul karena para pihak yang terlibat dalam suatu transaksi Reksa Dana tidak dapat memenuhi kewajiban yang disebutkan di dalam kontrak kepada pihak lain yang terkait, sehingga berpotensi menyebabkan hilangnya nilai investasi. Untuk mengatasi hal ini, kenali terlebih dahulu Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang mengelola produk Reksa Dana Anda.

Likuiditas
Risiko Likuiditas adalah risiko yang timbul akibat pembayaran hasil penjualan kembali unit penyertaan Reksa Dana tidak dapat dibayarkan oleh Manajer Investasi. Jika aset atau efek dalam portofolio suatu Reksa Dana tidak likuid (sulit dicairkan), maka sulit bagi Manajer Investasi untuk menjual kembali portofolio Reksa Dana dalam waktu singkat, sehingga pembayaran hasil investasi kepada investor akan tertunda. Selain itu, jika terjadi force majeure, penjualan kembali unit penyertaan Reksa Dana juga dapat dihentikan untuk sementara.
Was this article helpful?
Cancel
Thank you!